Patih Gajah Mada

 PATIH GAJAH MADA


Tidak ada yang tahu pasti kapan dan dimana  Gajah Mada kecil dilahirkan, kecuali ayah dan ibunya. Lantaran tak ada sumber-sumber  tertulis yang menyebutnya dengan jelas, tegas dan pasti. Menurut Agus Aris , doktor dan pakar arkeologi dari Universitas Indonesia, menyebutkan Gajah Mada Lahir di Pandaan, sebuah kota kecil yang sedang berkembang di Lereng Gunung Welirang Arjuna. Pandaan atau Pandakan (sekarang termasuk wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur), 

Ia memulai karirnya di Majapahit bermula dari sebagai seorang Bekel (kepala pengawal raja), Gajah Mada mengawali karirnya. Jabatan setara Komandan Paspampres ini dilalui Gajah Mada dengan penuh perjuangan yang pada akhirnya berhasil dengan gemilang. Pasukan Bhayangkara (pengawal raja) yang dipimpinnya berhasil menyelamatkan Prabu Jayanegara tatkala istana Majapahit diserang dan diduduki musuh. Gajah Mada dan pasukannya bergerak cepat menyelamatkan raja ke Bedander. Kecermatan. kecerdasan dan kelihaian  Gajah Mada teruji pada saat mengatur strategi untuk memukul balik serta menjungkalkan para pengkhianat yang mencoba mengkudeta sang raja. kiprah Gajah Mada saat berjuang sebagai abdi setia Majapahit dengan pasukan Bhayangkara-nya. Tak heran, kalau sekarang Bhayangkara juga dipakai sebagai sebutan untuk pasukan polisi Republik Indonesia. Terinspirasi dari Bhayangkara-nya sang bekel Gajah Mada.

Kehebatan dan kebesaran Gajah Mada saat berjuang menegakkan panji-panji Majapahit.  Namun, sama seperti saat kelahirannya, jejak masa akhir Gajah Mada pun menyisakan sejuta misteri. Hanya Nagara Krtagama, yang ditulis jurnalis Majapahit, Mpu Prapanca, di masa akhir pengabdian Gajah Mada dianugerahi tanah perdikan, yang luas dan subur. Di tempat itu dibangun pesanggrahan yang megah. Tanah luas dengan rumah besar tempat Gajah Mada tinggal itu dikenal sebagai Madakaripura. 

Disebutkan dalam Negarakretagama bahwa sekembalinya Hayam Wuruk dari upacara keagamaan di Simping, ia menjumpai bahwa Gajah Mada telah gering (sakit). Gajah Mada disebutkan meninggal dunia pada tahun 1286 Saka atau 1364 Masehi namun tidak diketahui secara pasti dimana Gajah Mada dimakamkan. Hayam Wuruk kemudian memilih enam Mahamantri Agung, untuk selanjutnya membantunya dalam menyelenggarakan segala urusan negara

Comments

Popular Posts