Pulau paling utara



Miangas adalah pulau terluar Indonesia yang terletak paling utara dekat perbatasan antara Indonesia dengan Filipina. Pulau ini termasuk ke dalam            Desa Miangas,Kecamatan Miangas, Kabupaten Kepulauan Talud, Provinsi Sulawesi Utara,Indonesia. Miangas adalah salah satu pulau yang tergabung dalam gugusan Kepulauan Nanusa yang berbatasan langsung dengan Filipina.

Pulau ini merupakan salah satu pulau terluar Indonesia sehingga rawan masalah perbatasan, terorisme serta penyeludupan. Pulau ini memiliki luas sekitar 3,15 km². Pulau Miangas memiliki jumlah penduduk sebanyak 678 jiwa (2003) dengan mayoritas adalah Suku Talaud. Perkawinan dengan warga Filipina tidak bisa dihindarkan lagi dikarenakan kedekatan jarak dengan Filipina. Bahkan beberapa laporan mengatakan mata uang yang digunakan di pulau ini adalah peso.

Jumlah penduduk yang ada di Miangas 1.012 jiwa. Ini sudah termasuk yang menetap dan satuan petugas. Penduduknya 96 persen beragama kristen,
 

Penduduk Miangas mencari nafkah dengan melaut, berdagang dan berkebun. Hasil laut yang dimiliki Miangas sebenarnya sangat kaya. Bayangkan saja, pulau kecil ini di kelilingi oleh lautan lepas.


Lobster, kepiting sampai kakap merah bisa didapatkan jika laut sedang bersahabat. Sayangnya, Miangas berteman akrab dengan cuaca ekstrem. Gelombang tinggi dan angin kencang, membuat hasil laut sepi.

 

"Miangas artinya menangis. Nama itu diberikan oleh leluhur kami," ujar Ismael Essing sebagai Mangkubumi 2.

Kenapa diberi nama menangis?

 

Miangas masuk ke dalam kepulauan Talaud. Namun, pulau-pulau lain bagaikan saudara yang berdekatan. Sedangkan Miangas sendirian di laut lepas. Ini kenapa pulau ini menangis karena sendirian," jelas Ismael.

Lidah saya kelu. Bukan cuma karena arti nama pulau ini. Tapi juga keadaan masyarakat Miangas. Dikelilingi dengan lautan lepas dan cuaca ekstrem, masyarakat Miangas tak jarang menangis karena kekurangan bahan makanan.

Hanya ada 2 cara untuk mencapai Miangas, lewat udara dan laut. Kalau cuaca ekstrem, seringkali kapal telat datang dan tidak ada bahan makanan,

 

Meski demikian, adanya jalur udara di setiap minggunya, sedikit membantu pergerakan masyarakat Miangas. Sedikitnya sudah ada pendatang dari pemerintahan dan wisatawan yang menginjakkan kaki di pulau ini.

"Hadirnya presiden Jokowi di Miangas membuat peningkatan sebanyak 60 persen kunjungan pejabat. Tapi wisatawannya belum terdata," cerita Sepno.

Selain kunjungan dari para pejabat negara, Miangas juga terbantu dengan hadirnya Bank BRI sejak tahun 2016. Sebelum adanya BRI, masyrakat harus pergi ke Melonguane hanya untuk menarik uang.

Beberapa tempat wisata yang saya kunjungi adalah pantai, mercusuar sampai tempat keramat leluhur Miangas. Semuanya cantik dan begitu menantang!

 


Comments

Popular Posts